Trading / Investasi

Cara Menentukan Open Posisi Trading Mudah dengan Pemahaman Dasar

Trading sekarang ini menjadi salah satu investasi yang memiliki banyak penggemar dikarenakan keuntungan yang ditawarkannya sangat lumayan. Tidak hanya itu saja, untuk melakukan kegiatan ini juga tidak sulit. Hal terpenting adalah investor mengetahui dasarnya dimulai dari cara menentukan open posisi trading untuk nantinya melakukan kegiatan sell atau buy.

Mengerti Open Posisi di Trading

Sebelum masuk ke pembahasan cara menentukan open posisi trading, ada baiknya untuk mengerti tentang apa yang dimaksud dengan open posisi di trading. Jadi open posisi ini dapat dikatakan merupakan langkah pertama dalam melakukan trading forex. Dimana melalui langkah ini investor dapat langsung memasuki pasar, dan melakukan kegiatan sell ataupun buy.

Cara Menentukan Open Posisi Trading

Sekarang masuk ke pembahasan utama yakni cara menentukan open posisi trading. Sebenarnya ini bukan sesuatu yang sulit, namun memang membutuhkan ketelitian luar biasa. Selain itu pada kegiatan ini diperlukan analisis yang tajam dari investor. Tujuannya untuk mendapatkan keputusan yang sesuai dengan keinginan, dan investor dapat menghasilkan profit bukannya mendapat kerugian.

1. Menentukan Pasang Mata Uang yang Ingin Di Trading

Tentu saja sebelum melakukan “perdagangan”, terlebih dahulu investor mengetahui barang apa yang ingin diperdagangkan. Karena forex ini merupakan perdagangan mata uang asing, maka terlebih dahulu investor menentukan jenis mata uang yang ingin diperdagangkan. Di sini harus teliti, karena kalau melakukannya secara sembarangan tanpa pertimbangan matang, dijamin kerugian yang akan didapatkan.

Perlu dipahami kalau di forex ini ada 7 pasang mata uang terkenal yang paling sering diinvestasikan. Di dunia forex 7 mata uang tersebut dikenal dengan istilah major pair. Tenang, pemula tidak harus memainkan semua 7 mata uang tersebut. Pilih yang memang paling tepat seperti resikonya rendah, namun keuntungannya relative tinggi untuk pemula.  

2. Melihat Harga di Grafik

Kemudian kalau sudah menentukan mata uang apa yang ingin di trading, maka selanjutnya melihat harganya yang ada di grafik. Sebagai contoh, ketika memilih pasangan EUR/USD maka harga yang dilihat adalah kedua pasang mata uang tersebut. Jangan sampai salah melihat harga mata uang lain. Oleh karena itu investor wajib memperhatikan kode yang ada.

Di kode itu akan diberitahu, grafik ini menampilkan harga mata uang apa. Karena di sini yang ingin dilihat adalah EUR/USD, maka pastikan yang muncul di kode adalah itu. Apabila belum muncul, tidak usah panik. Investor hanya tinggal mengklik saja grafik yang sesuai dengan keinginan. Dengan begitu tampilannya pasti sesuai dengan mata uang yang dipilih.

3. Menentukan Time Frame

Time frame atau batasan waktu merupakan pilihan yang wajib dipertimbangkan oleh pengguna. Jadi dengan menentukan time frame ini pengguna dapat melihat grafik berdasarkan jangka waktu yang sudah ditetapkan. Misalnya yang ditetapkan adalah M5 atau time framenya 5 menit, maka grafik yang akan tampil dilayar selama interval waktu 5 menit itu.

Dalam pemilihan ini juga harus disesuaikan dengan waktu trading. Apabila ingin trading dalam waktu singkat kurang dari 2 jam, maka pengguna dapat memilih waktu singkat seperti M1, M5. M15, M30, dsb. Sementara kalau ingin trading seharian, maka dapat memilih H1, atau H4. Untuk trading bulanan dapat memilih weekly atau daily.

4. Melakukan Analisis

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah melakukan analisis. Analisis ini sangat penting dilakukan, terutama setelah menentukan time frame pada saat trading. Karena kalau nanti open posisi secara sembarangan, maka kemungkinan besar akan rugi. Jadi pastikan untuk melakukan analisis dengan tepat. Selalu ingat untuk membeli di saat harga turun, dan menjual saat harga di atas.

Namun tentu bagi pemula, masih bingung bagaimana caranya mengetahui posisi market tersebut di harga rendah atau tinggi.. Di sinilah analisis dibutuhkan, investor dapat melakukan analisis dengan menggunakan teknik yang paling mudah yakni MA (moving average). Jadi pengguna melihat bagaimana rata-rata pergerakan yang dilakukan oleh grafik, dan perhatikan polanya.

Dengan menerapkan semua cara menentukan open posisi trading di atas, maka kegiatan trading dapat dilakukan dengan lebih terarah. Investor dapat mengetahui kapan waktu tepat untuk sell atau buy, dengan meminimalisir kerugian yang ada. Jadi kegiatan investasi forex tetap menghasilkan profit sesuai harapan.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button