Trading / Investasi

Manfaat Menghitung Nilai Intrinsik Saham untuk Kelancaran Investasi

Bagi masyarakat yang berkecimpung dalam dunia investasi saham, tentu pernah mendengar istilah nilai intrinsik. Menghitung nilai intrinsik saham menjadi hal yang penting untuk dilakukan sebelum melakukan pembelian. Meski fundamentalnya bagus, bukan berarti investor dapat langsung membelinya saat itu juga karena perlu mengetahui nilai intrinsik terlebih dahulu. Seperti apa fungsi dari nilai intrinsik?

Pengertian Nilai Intrinsik dalam Saham

Nilai intrinsik merupakan nilai sebenarnya dari sebuah saham. Angka ini berbeda dari nilai yang berlaku di pasar (disebut juga harga saham) atau book value (ekuitas) yang sudah mengalami perubahan. Pada saham, nilai intrinsiknya dilihat dari berbagai aspek yang menentukan baik atau tidaknya perusahaan tersebut. Misalnya apakah asetnya terlihat, bagaimana kemajuan serta prospek kedepannya, dan lain-lain.

Sebagai contoh, perusahaan dengan kode CCC harganya 1000 rupiah per saham. Setelah dilakukan analisis nilai intrinsik (harga wajar), ditemukan bahwa nilai sebenarnya adalah 500 rupiah. Artinya, sekarang ini harga CCC sudah mengalami kenaikan dikarenakan lebih tinggi dari nilai wajarnya.

Manfaat Mengetahui Nilai Intrinsik dari Suatu Saham

Investor yang sudah mendapatkan nilai intrinsik dapat membandingkannya dengan harga yang berlaku di pasar saham, sehingga dapat membuat keputusan dengan tepat. Hasil dari perhitungan ini nantinya akan mengarah salah satu pada tiga kondisi seperti berikut ini:

1. Saham Overvalued

Kondisi ini menunjukkan dimana nilai intrinsik yang terdapat di saham lebih rendah daripada yang berlaku di pasar sehingga dianggap cukup mahal. Pergerakan harga yang terjadi di saham tidaklah sebanding dengan bagaimana kinerja sahamnya secara fundamental.

Saat hal ini terjadi, investor umumnya menghindari saham tersebut dan memilih yang harganya lebih wajar. Meski begitu, bukan berarti harga overvalued berarti buruk. Tetap ada faktor lainnya yang dapat menjadi pertimbangan kualitas sebuah saham.

2. Saham Undervalued

Dengan menghitung nilai intrinsik saham, investor juga bisa mendapati kondisi dimana nilai yang didapat lebih tinggi daripada yang ada di pasar. Saat undervalued, artinya harga pasar lebih rendah sehingga banyak investor tertarik membelinya. Harapannya, investor dapat meraih imbalan yang relatif lebih besar kedepannya. Hal ini wajar, karena pergerakan harga di saham yang terus berlangsung.

3. Saham Fair Valued

Berikutnya ada kondisi ketika saham bersifat fair valued, yakni memiliki nilai intrinsik yang setara dengan yang ada di pasar. Istilah fair bermakna sama dengan harga sebenarnya. Dalam kondisi seperti ini, pergerakan yang terjadi di pasar sebanding dengan kinerja secara fundamental dari saham.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menghitung Nilai Intrinsik Saham

Dalam menghitung nilai intrinsik, investor perlu mempertimbangkan berbagai hal. Mulai dari ekuitas, nama besar, kekuatan dari merek, dan sebagainya. Berhubung hal ini cukup sulit dikalkulasi, ada kemungkinan setiap investor menghasilkan jawaban berbeda tentang nilai intrinsik saham yang sama.

Warren Buffet sebagai pelopor dunia investasi yang dijadikan panutan banyak investor. Keahliannya sebagai investor sukses tidak luput dari kemampuan untuk menentukan secara akurat nilai intrinsik dari saham. Buffet mengusung beberapa langkah sederhana untuk mengetahui nilai intrinsik, yakni:

1. Memilih Saham yang Fundamentalnya Bagus

Saat akan menghitung nilai saham, hal utama yang harus dilakukan adalah memilih sahamnya. Pastikan saham yang dipilih memiliki kinerja bagus, stabil, dan terus mengalami pertumbuhan. Indikator umum yang dapat diperhatikan adalah ekuitas serta laba bersih, apakah besar dan terus naik.

Investor bisa memperkirakan pertumbuhan dari ekuitas serta laba bersihnya. Dengan kinerja stabil, tentu perusahaan berpeluang besar memiliki kinerja stabil juga. Memang hal ini tidak  menjadi jaminan, namun track record berperan besar terhadap kepercayaan masyarakat dibandingkan yang stagnan atau justru terus merugi.

2. Memahami Usaha/Bisnis dari Emiten yang Dipilih

Selain memperhatikan kinerja, investor juga perlu mengetahui seperti apa bisnis yang dijalankan oleh emiten yang dipilih. Mempelajari perusahaan adalah langkah penting sebelum memasuki tahap selanjutnya. Seperti rekrutmen pegawai, tentu bukan hanya CV yang dilihat namun juga perlu ada tes lebih lanjut untuk mengetahui kapasitasnya seperti wawancara dan observasi.

3. Memperhatikan Book Value

Berdasarkan opini Buffet, nilai intrinsik merupakan jumlah dari uang tunai yang dapat ditarik dari sebuah perusahaan selama masih beroperasi. Uang tunai yang dimaksud ini merupakan nilai ekuitas terakhir dari perusahaan (disebut juga book value) serta akumulasi laba bersih yang dikumpulkan kedepannya. Ini akan menjadi salah satu patokan untuk menilai kualitas baik sebuah perusahaan.

Demikian ulasan tentang nilai intrinsik yang terdapat pada sebuah saham. Menghitung nilai intrinsik saham dapat membantu investor dalam membuat keputusan untuk melakukan jual maupun beli.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button