Bisnis

Contoh Perencanaan Bisnis Makanan

Memulai bisnis dalam bidang makanan sekarang dapat dijalankan oleh siapapun dengan sangat gampang. Namun, agar bisa berhasil tentunya diperlukan perencanaan yang matang agar semua hal bisa tertarget dengan tepat. Karenanya demi membantu para pemula, di sini akan dihadirkan sebuah contoh perencanaan bisnis makanan yang dapat dijadikan referensi yang tepat.

Tidak lain karena pada contoh perencanaan bisnis makanan ini akan dijabarkan secara rinci mulai rinci. Dimulai dengan poin menyiapkan identitas dari perusahaan makanan yang ingin dikembangkan, melengkapi visi dan misi, sampai dengan rencana lainnya yang lebih terstruktur. Agar lebih paham mengenai hal tersebut, langsung saja simak dengan seksama contoh berikut:

1. Contoh Identitas Perusahaan

Pada poin yang pertama ini, seorang pengusaha pemula diharuskan untuk menyiapkan identitas perusahaan makanan yang dipunyai secara detail. Semisal serupa dengan contoh perencanaan bisnis makanan sederhana di bawah ini:

Nama Perusahaan       : PT. Aneka Crispy Jaya Indonesia

Jenis Usaha                       : Makanan Ringan

Pemilik Usaha                   : Dwi Mayangsari

Alamat Perusahaan     : Jalan Hos Cokroaminoto 124 A Kasembon- Malang

2. Contoh Visi dan Misi Perusahaan Makanan

Selanjutnya, seorang pengusaha dalam bisnis makanan perlu juga untuk menyiapkan visi misi yang berfungsi sebagai pegangan dalam mengembangkannya. Semisal visi misi yang baik pada perusahaan makanan dapat dilihat pada contoh berikut:

  • Visi Perusahaan: Menghasilkan aneka snack crispy yang sehat, bergizi tinggi, enak, dan renyah bagi masyarakat yang ada di Indonesia; dan
  • Misi Perusahaan: Menyediakan aneka snack crispy dengan pemilihan bahan baku yang berkualitas, teknik pengolahan yang tepat guna dengan menjunjung kehigienisan, serta memperhatikan standar mutu rasa dan kandungan gizi pada makanan.

3. Contoh Deskripsi Kegiatan Usaha

Pada poin ini, perusahaan makanan hendaknya membuat penjabaran secara detail mengenai proses kegiatan usaha yang akan dilakukan. Semisal dapat dicermati pada contoh sederhana yang ada di bawah ini:

Aneka Jaya Krispy Indonesia merupakan sebuah kegiatan usaha dalam bidang makanan yang membuat aneka olahan snack crispy dengan aneka macam bahan. Mulai dari kentang, singkong, ubi jalar, talas, dan pisang. Kegiatan ini melibatkan sejumlah karyawan yang berjumlah sekitar 1.250 orang dengan hasil produksi tertarget 20.000 kemasan perhari yang akan didistribusikan ke pasar dan minimarket.

4. Contoh Deskripsi Produk Terperinci

Kemudian, pengusaha bisnis makanan juga harus menyertakan deskripsi per produk yang diproduksi secara terperinci, termasuk dengan analisis kelebihan dan kelemahan dari produk itu sendiri. Agar lebih jelas mengenainya, maka dapat memperhatikan penjabaran pada contoh berikut ini:

  • Nama Produk. Semisal di sini adalah salah satu produk dari Aneka Crispy yang diberi nama Singkong Aneka Rasa.
  • Biaya produksi. Setiap produksi sebesar 5.000 kemasan memerlukan bahan baku senilai 1 juta rupiah, dengan estimasi biaya produksi total mencapai 2. juta rupiah. Ini akan memperoleh harga jual produk senilai 10 juta rupiah. Sehingga keuntungan bersih yang didapatkan sekitar 7 juta rupiah.
  • Segmentasi Pasar. Produk ini mempunyai target untuk dikonsumsi oleh anak di atas umur 5 tahun sampai dengan orang dewasa.
  • Target Produksi. Untuk memenuhi permintaan maka ditargetkan dalam satu hari perusahaan wajib memproduksi setidaknya 5.000 kemasan.
  • Keunggulan dari produk. Singkong Aneka Rasa ini memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan produk serupa yang berada di pasaran. Pertama, produk mempunyai pengolahan yang khusus sehingga benar-benar terjaga kerenyahannya. Lalu sudah memakai pengemasan alumunium foil yang baik sehingga bisa disimpan lebih lama. Selain itu, produk ini mempunyai aneka pilihan rasa khas yang berbeda dari lainnya.
  • Kelemahan produk. Produk ini kurang sesuai apabila diberikan untuk dikonsumsi ibu hamil serta anak dengan rentang usia kurang dari 5 tahun, karena di dalamnya mengandung MSG.

5. Rencana Kegiatan Pemasaran

Terakhir, kunci utama yang ada dalam sebuah bisnis produksi makanan yakni terletak pada efektifitas dalam pemasarannya. Maka tidak lupa pada contoh ini disertakan gambaran mengenai pemasaran yang dilakukan oleh PT. Aneka Crispy Indonesia, sebagai berikut:

PT Aneka Crispy Indonesia dalam upaya melakukan ekspansi bisnis maka akan mengoptimasi sejumlah peluang pemasaran. Yakni dengan memasuki pasar retail baik di skala tradisional maupun minimarket dan supermarket modern. Selain itu, juga akan mengoptimasi pemasaran yang ada di Marketplace dan sosial media. Tidak menutup kemungkinan, juga akan melakukan ekspansi dalam bentuk ekspor.

Demikianlah tadi sejumlah penjelasan yang dapat diberikan mengenai contoh perencanaan bisnis makanan yang sederhana bagi para pemula. Melalui perencanaan yang tepat seperti gambaran yang sudah diterangkan, maka diharapkan langkah dalam bisnis makanan yang dikerjakan dapat tertata. Sehingga dapat mengoptimasi segala kemungkinan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dan pengembangan pada masa mendatang.

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button